10 Tips Mengenai Inovasi dari Guy Kawasaki

By | September 30, 2014

Inovasi merupakan darah dari perkembangan teknologi saat ini dan sudah menjadi tuntutan untuk tetap stay competitive bagi setiap perusahaan untuk terus melakukan inovasi didalam produk dan organisasi mereka. Guy Kawasaki, former chief evangelist di Apple dan saat ini menjadi penulis sekaligus advisor di Google dan chief evangelist bagi Canva, memberikan speech di TEDxBerkeley 2014 dengan tajuk “The Art of Innovation” yang dapat dilihat langsung dibawah ini.

Singkatnya, ia menjelaskan bahwa ada 10 tips mengenai inovasi yang dapat diimplementasikan oleh setiap perusahaan yang menaruh concern terhadap inovasi.

1. Make meaning. Kawasaki mencontohkan Apple yang memiliki meaning untuk memberikan akses ke komputer pada setiap orang, dan Google yang memiliki meaning untuk mendemokratiskan akses ke informasi di internet melalui mesin pencarinya. Ia jg berujar bahwa ketika memulai bisnis, seseorang yg mengejar meaning lebih dari money akan mendapatkan pula money seiring berkembangnya bisnis, sedangkan mereka yang mulai hanya mengejar money seringkali akan mengalami kesulitan utk mendapatkan keduanya.

2. Make mantra. Setelah menemukan meaning dari bisnis Anda, temukan 2-3 kata yang menjadi mantra bisnis Anda, bukan dengan menulis mission statement panjang lebar yang hanya akan menjadi pajangan yang tertulis di dinding kantor tapi tidak di hati setiap karyawan dan pelanggan Anda. Salah satu contoh yang diberikan adalah Fedex dengan mantra peace of mind karena pada bisnis jasa pengiriman seperti Fedex rasa aman mengenai barang yang dikirimkan merupakan yang utama.

3. Jump to the next curve. Tips ketiga adalah mengenai jump to the next curve atau melompat menuju kurva berikutnya, dia mencotohkan ketika mendesain Macintosh, Apple tidak berniat untuk menciptakan Apple II atau MS-DOS yang lebih baik, tapi benar-benar ingin menciptakan pengalaman baru menggunakan personal computer. Cerita yang dicontohkan adalah mengenai produksi es, ketika pertama kali ditemukan dan digunakan oleh manusia (Ice 1.0), bongkahan es akan ditambang di danau yang membeku di musim dingin menggunakan kuda yang menarik pemotong es untuk selanjutnya didistribusikan ke kota terdekat, cara produksi seperti ini memiliki banyak keterbatasan antara lain hanya bisa pada musim dingin dan keterbatasan lokasi. Beberapa dekade setelahnya ditemukanlah Ice 2.0 yaitu pabrik-pabrik es yang bisa setiap saat memproduksi es-es balok untuk dikirimkan ke kota-kota terdekat, namun inovasi ini pun masih terbatas dimana tidak setiap kota memiliki pabrik es, sampai pada akhirnya ditemukanlah Ice 3.0 yaitu lemari pendingin yang sudah terbebas dari keterbatasan Ice 1.0 dan Ice 2.0 dimana es bisa diproduksi kapan saja dan dimana saja, tidak hanya di pabrik tapi di setiap rumah yang memiliki alat ini. Kawasaki mencontohkan bahwa di era Ice 1.0 perusahaan-perusahaan hanya berpikir bagaimana menggunakan kuda yang lebih kuat ataupun mesin pemotong yang lebih besar dan pabrik es sebagai Ice 2.0 merupakan inovasi yang “melompati” keterbatasan tersebut. Hal yang serupa pun terjadi ketika lemari pendingin sebagai Ice 3.0 “melompati” Ice 2.0.

4. Roll the dice. Ia menjelaskan bahwa great innovations memiliki beberapa ciri khas seperti deep, yaitu functionality yang banyak; intelligent,  produk yg baik memiliki kecerdasan yang berguna untuk mengatur fungsi-fungsinya tersebut; complete, sebuah inovasi bukan hanya dapat memenuhi fungsi dasarnya tapi bagaimana produk tersebut menjadi all-in-one solution untuk memenuhi kebutuhan tersebut; dan elegant, yaitu bagaimana produk yang baik akan memiliki desain yang elegan dan intuitif.

5. Don’t worry be crappy. Kawasaki lalu menjelaskan bahwa dalam berinovasi slogan yg digunakan bukanlah “Don’t worry be happy” tapi “Don’t worry be crappy” karena inovasi-inovasi besar seperti Google dan Macintosh pun pada awalnya “crappy” tetapi mereka terus menerus berinovasi dan memperbaiki kekurangan-kekurangan itu dari feedback pelanggan yang telah menggunakan produk mereka.

6. Let 100 flowers blossom. Ia bercerita bahwa pada awalnya mungkin Anda menarget produk Anda ke sebuah segmen pengguna, tetapi seiring berjalannya waktu Anda akan menyadari bahwa pengguna utama produk Anda adalah segmen pengguna lain dari yang awalnya Anda bidik, sehingga haruslah setiap inovator untuk “membiarkan 100 bunga mekar” yaitu menyebarkan inovasinya seluas mungkin ke semua jenis pengguna. Ia mencontohkan bahwa Apple pada awalnya mendesain sistem operasinya untuk menjalankan program spreadsheet, database, dan word processor tapi dengan seiring berjalannya waktu yang menjadi aplikasi utama di sistem operasi Apple adalah PageMaker yang memudahkan desktop publishing dan menjadikan setiap orang bisa membuat publikasi dan desain dengan mudah.

7. Polarize people. Inovasi dan produk yang hebat akan mem-polarize people, contohnya adalah TiVo, produk DVR yang memungkinkan pengguna televisi merekam siaran yang ingin mereka saksikan dan secara otomatis menghilangkan iklan dari siaran televisi berikut dan menjadi amat populer di rumah-rumah di Amerika sedangkan sebagian lainnya, orang-orang yang bekerja di industri periklanan ataupun penyiaran, akan membenci produk ini. Polarisasi atau pro/kontra tersebut juga terdapat di inovasi-inovasi lainnya dan merupakan hal yang lumrah.

8. Churn baby churn. Inovator akan terus menerus berinovasi, dia akan tidak hanya menciptakan Produk V1 tapi juga V1.1, V1.2, dan seterusnya. Pada awalnya inovator memiliki kebebasan penuh untuk menciptakan produk yang menurutnya terbaik, tapi ketika produk tersebut sudah dipasarkan maka dia harus menerima masukan-masukan dari penggunanya secara terus menerus dan mengimplementasikannya di produknya tersebut.

9. Niche thyself. Dia menjelaskan bahwa terdapat dua kutub di sebuah inovasi yaitu antara menjadi valuable dan/atau unique dan bagaimana pentingnya memposisikan keunikan dan value dari inovasi yang kita miliki tersebut sesuai dengan ceruk atau niche yang kita bidik.

10. Perfect your pitch. Sebagai inovator Anda harus bisa mem-pitch produk Anda agar calon pengguna produk Anda paham mengenai manfaat utama dari produk Anda bagi mereka.

Menutup presentasinya, Guy Kawasaki mengutip sebuah pernyataan menarik dari Thomas Watson, Chairman IBM, di 1943 dimana ia mengatakan “I think there is a world market for maybe five computers.” seraya menyebutkan bahwa inovator tidak boleh berhenti untuk terus menerus berinovasi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *